Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (FASTA) DKI Jakarta kembali menggelar kegiatan akbar bertajuk “Temu Alam Sispala 2025” dengan tema “Membangun Karakter Bersama Alam.”
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 12–14 Desember 2025 di Kawasan Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat, dan diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari 87 ekstrakurikuler Siswa pencinta alam se-DKI Jakarta serta perwakilan Sispala dari luar daerah.
Menurut Adjie Rimbawan, Ketua FASTA DKI Jakarta, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat semangat kepemimpinan, cinta lingkungan, dan tanggung jawab sosial para pelajar.
“Sispala bukan hanya tempat menyalurkan hobi alam bebas, tapi wadah membangun karakter dan mental juang generasi muda. Melalui Temu Alam ini, kita ingin melahirkan siswa yang tangguh, disiplin, dan peduli lingkungan,” ujarnya.
Selama tiga hari, peserta akan mengikuti berbagai agenda menarik seperti seminar pendidikan dan kebencanaan, bimbingan teknis tata kelola Sispala, serta coaching clinic yang mencakup water rescue, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), orienteering, konservasi alam, dan sosiologi pedesaan.
Selain itu, akan ada kegiatan penanaman pohon, games edukatif, serta malam keakraban budaya sebagai ajang mempererat silaturahmi antaranggota Sispala.
Kegiatan Temu Alam Sispala 2025 memiliki bobot strategis sebagai wadah pembentukan karakter dan dan peningkatan literasi lingkungan bagi peserta didik. Acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber , antara lain Dr. Anies Rasyid Baswedan yang akan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Membangun Karakter Bersama Alam”, serta Prof. Firdaus Ali dengan paparan mengenai “Tata Kelola Krisis Air Bersih di Jakarta” pula perwakilan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, BPBD, Sea Kayak Indonesia, dan Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI).
Sigit Prabowo, Ketua Panitia Pelaksana, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Fasta, menegaskan bahwa Temu Alam tahun ini juga berfungsi sebagai ajang sosialisasi Standarisasi Kurikulum Pendidikan Pencinta Alam dan SOP keselamatan kegiatan alam bebas.
“Kita ingin seluruh kegiatan Sispala di Jakarta berjalan aman, beretika, dan berkarakter. Tidak ada lagi praktik kekerasan atau bullying di kegiatan alam bebas,” ungkapnya.
Di penghujung acara, setiap peserta akan menanam satu bibit pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, FASTA DKI Jakarta berharap terbentuknya jejaring Sispala yang solid, kreatif, dan mampu menjadi pelopor pelestarian alam di lingkungan sekolah masing-masing.
“Sispala adalah sekolah kehidupan. Dari alam, kita belajar tangguh, belajar peduli, dan belajar menjadi manusia yang berkarakter,” tutup Adjie Rimbawan.

Komentar0