FASTAJAKARTA — Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (FASTA) kembali menggelar Pendidikan Dasar Gabungan Sispala Jakarta ke-4 , Didahului dengan materi pradiksar, 20 Desember 2025 dii basecamp Fasta, yeng kemudian dilanjuti dengan prakter lapangan di di Gubangwangsa Land, Salabintana - Sukabumi,
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam kegiatan kepencintaalaman sekolah. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan keselamatan, tata kelola organisasi, serta pendidikan karakter berbasis alam terbuka.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah di Jakarta yang mempunya ekskuk Pencinta Alam latar belakang, Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman dasar mengenai prinsip kegiatan alam bebas yang aman, beretika, dan berorientasi pada pembinaan karakter.
Ketua Panitia Ibnu Hazam yang merupakan ketua divisi latihan dan pemgembangan FASTA menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas masih kuatnya kekhawatiran sekolah terhadap kegiatan pencinta alam. Kekhawatiran tersebut umumnya berkaitan dengan isu keselamatan dan perundungan yang pernah terjadi di masa lalu. Melalui pendidikan dasar ini, FASTA berupaya menghadirkan standar pembinaan yang lebih terukur dan bertanggung jawab.
Diksar Gab ini sekadar pelatihan teknis, tetapi juga ruang pembelajaran nilai. Peserta dibekali perspektif bahwa kegiatan alam bebas harus dikelola secara profesional, aman, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Materi mencakup pengenalan manajemen risiko, dasar-dasar keselamatan kegiatan alam bebas, kepemimpinan beretika, serta pencegahan perundungan dalam organisasi kepencintaalaman. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya standar operasional prosedur (SOP) sebagai landasan kegiatan.
FASTA menilai bahwa pendidikan karakter melalui aktivitas alam tetap relevan di tengah meningkatnya tantangan ekologis dan bencana lingkungan. Kegiatan pencinta alam dinilai mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kesadaran lingkungan secara langsung melalui pengalaman lapangan.
Menurut Dewan Penasehat FASTA, Baoak Restu menekankan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan sekolah terhadap kegiatan pencinta alam. “Masalah di masa lalu bukan pada kegiatannya, melainkan pada tata kelola. Pendidikan dasar seperti ini menjadi pintu masuk untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh,” katanya.
Melalui Diksar Gab ke 4 ini , FASTA berharap dapat melahirkan kader-kader pembina dan pengelola kegiatan pencinta alam yang memiliki perspektif keselamatan, anti-kekerasan, dan berorientasi pada pendidikan karakter. Ke depan, FASTA berkomitmen untuk terus mendorong sinergi dengan sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan agar kegiatan kepencintaalaman dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan


Komentar0