![]() |
| Ikustrasi |
FASTA - Kabar terbaru bagi para pegiat alam bebas dan anggota Sispala (Siswa Pecinta Alam) se-Jakarta. Kegiatan akbar Temu Alam IV Sispala Jakarta, yang sebelumnya telah dinanti-nantikan, resmi dinyatakan mengalami penundaan jadwal pelaksanaan. sampai dengan Agustus 2026
Keputusan ini diambil panitia untuk memastikan kesiapan lokasi agar benar-benar maksimal saat menyambut ratusan peserta nantinya.
Ketua Pelaksana Temu Alam Sispala Jakarta,yang menjabat ketua harian Fasta, Sigit Prabowo, mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor krusial yang mendasari pengunduran jadwal ini, terutama terkait kenyamanan dan keamanan di area kegiatan.
Kendala Teknis Fasilitas
Sigit menjelaskan bahwa saat ini lokasi utama masih dalam tahap pembenahan. "Alasan utamanya karena proses renovasi yang masih belum selesai sepenuhnya. Kami ingin memastikan saat rekan-rekan Sispala datang, semua fasilitas sudah siap digunakan dengan aman," ujar Sigit dalam keterangannya, Rabu (07/01).
Mendukung Program Wali Kota Jakarta Barat
Selain masalah infrastruktur, penundaan ini juga dilakukan guna menghormati dan mendukung program lingkungan dari pemerintah setempat. Saat ini, lokasi tersebut sedang menjadi titik fokus program penanaman tanaman sereh dan lavender dari Wali Kota yang baru.
"Kami menyelaraskan jadwal dengan program penanaman sereh dan lavender dari Wali Kota. Ini sangat positif karena nantinya lokasi kegiatan akan jauh lebih asri dan nyaman bagi kita semua," tambah Sigit.
Sterilisasi dan Perawatan Area
Faktor kesehatan lingkungan juga tidak luput dari perhatian. Sigit menyebutkan bahwa area tersebut sedang masuk dalam siklus fogging berkala tiga bulanan untuk mencegah penyebaran nyamuk dan penyakit. Bersamaan dengan itu, sedang berjalan pula program perawatan dan pembersihan danau agar ekosistem air di lokasi tetap terjaga.
"Kesehatan peserta adalah prioritas. Kami juga menunggu selesainya pembersihan danau agar suasana Temu Alam benar-benar menyatu dengan alam yang bersih," jelasnya.
Komitmen untuk Kualitas Terbaik
Meski harus tertunda, Adjie Rimbawan, ketua umum Fasta menegaskan bahwa semangat para peserta tidak boleh luntur. Waktu penundaan ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh unit-unit Sispala untuk mematangkan persiapan internal mereka.
"Kami memohon maaf atas penundaan ini, namun ini semua demi kualitas kegiatan yang lebih baik. Informasi mengenai tanggal pengganti akan segera kami sampaikan setelah semua proses perawatan area dinyatakan rampung," tutup Sigit.

Komentar0