FASTAJAKARTA — Masuknya cabang olahraga panjat tebing dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 menjadi momentum penting bagi keberadaan ekstrakurikuler pecinta alam (Sispala) di sekolah. Kehadiran cabang ini dinilai sebagai bentuk pengakuan terhadap pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan dasar climbing yang selama ini dijalankan organisasi pecinta alam.
Panjat tebing resmi dipertandingkan pada nomor lead dan speed di berbagai jenjang pendidikan. (detik.com)
Ketua Umum Forum Alumni Siswa Pecinta Alam Jakarta (FASTA), Adjie Rimbawan, menegaskan keputusan ini sangat mendukung eksistensi Sispala di sekolah.
“Selama ini Sispala sudah mengajarkan dasar-dasar climbing, keselamatan, kerja sama tim, hingga pembentukan mental. Ini menjadi bukti bahwa keberadaan Sispala diakui,” ujarnya.
Menurut Adjie, Sispala juga menjadi ruang pembinaan panjat tebing yang lebih terjangkau bagi siswa dibanding harus mengikuti klub profesional yang membutuhkan biaya cukup besar.
“Tidak semua siswa mampu ikut klub. Lewat Sispala, sekolah bisa menjadi tempat latihan awal yang murah, edukatif, dan tetap mengutamakan keselamatan,” katanya.
Sementara itu, Dewan Pengarah FASTA dan pemerhati talenta muda khusus panjat dinding , Dedi Satria, menilai masuknya panjat tebing ke O2SN membuka ruang prestasi baru bagi siswa pecinta alam.
“Panjat tebing selama ini hidup di komunitas sekolah dan pecinta alam. Sekarang siswa punya panggung resmi untuk berkembang secara prestasi sekaligus karakter,” ujarnya.
Ia berharap sekolah mulai lebih serius mendukung fasilitas dan pembinaan Sispala agar semakin profesional, aman, dan mampu melahirkan atlet panjat tebing pelajar di masa depan.
Di berbagai daerah, cabang panjat tebing mulai mendapat sambutan antusias dalam pelaksanaan O2SN tingkat kota hingga provinsi - (T144PS)


Komentar0