“Darurat Karhutla: Suara Hijau dari Taman Bendera Pusaka”
FASTAJAKARTA - Sebanyak 400 peserta yang terdiri dari Alumni Sispala dan anggota dari 38 Ekstrakurikuler Sispala (Siswa Pecinta Alam) se-Jakarta, Bekasi, dan Cikarang menggelar Pernyataan Sikap di Taman Bendera Pusaka. Agenda tersebut merupakan rangkaian kegiatan Sarasehan Lingkungan Sispala Jakarta, sabtu, 31 Oktober 2026.
Melalui pertemuan ini, mereka menyatakan sikap tegas dan keprihatinan mendalam atas maraknya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang di Indonesia. Pernyataan Sikap diawali orasi dari Ketua Forum Alumni Sispala Jakarta Adjie Rimbawan, Ibnu Hazam kabid FASTA, John Muhammad, Alumni Trupala/SMA 6, dan Ravi Alfarisyi dari Green Peace Indonesia. Selanjutnya Pernyataan Sikap yang disampaikan M. Rizky Pratama, Ketua Forum Sispala Jakarta.
Poin-Poin Pernyataan Sikap:
1. Mengecam Keras Pembakaran Hutan
Mengecam segala bentuk tindakan pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan secara sengaja oleh korporasi maupun perorangan demi kepentingan sesaat yang merusak ekosistem dan merugikan kesehatan masyarakat.
2. Mendesak Penegakan Hukum yang Tegas
Menuntut pemerintah pusat dan daerah untuk transparan, tidak kompromi, serta memberikan sanksi pidana dan pencabutan izin usaha secara tegas kepada korporasi atau pihak yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan.
3. Menyerukan Mitigasi dan Pencegahan Berbasis Komunitas
Mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas pencinta alam, untuk memperkuat jejaring siaga bencana ekologis serta aktif melakukan edukasi pencegahan karhutla di daerah masing-masing.
4. Komitmen Nyata Generasi Muda
Menyatakan kesiapan Alumni Sispala dan Forum Sispala Jakarta untuk turun tangan sebagai relawan, penggerak kampanye pelestarian hutan, dan mitra strategis dalam upaya pemulihan lingkungan

Komentar0